https://jurnal.staiannawawi.com/index.php/At-Tarbiyat/issue/feed At-Tarbiyat :Jurnal Pendidikan Islam 2021-05-02T11:24:22+07:00 Adi Wibowo adiwibowohmp@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Rumah Jurnal STAIAN Purworejo</strong></p> <p>Jl.Ir. H juanda No. 1 Berjan Gebang Purworejo</p> <p>53191 Jawa Tengah Telp./Fax. (0275) 3128428</p> https://jurnal.staiannawawi.com/index.php/At-Tarbiyat/article/view/244 Student Attitudes: A Comparative Analysis Of Burhanuddin Al-Zarnuji's Thought And The Islamic Education Perspectives 2021-05-02T07:38:27+07:00 Muhammad Tang S muh.tang@unikarta.ac.id Muslimah Muslimah muslimah.abdulazis@iain-palangkaraya.ac.id Akhmad Riadi Akhmad@unikarta.ac.id Maryam Maryam maryam@unikarta.ac.id Mukmin Mukmin mukmin@unikarta.ac.id <p>Para cendekiawan telah mengkaji pemikiran Burhanuddin Al-Zarnuji dan menemukan konsep etika dan moral yang dimiliki oleh murid dalam menuntut ilmu, namun hingga saat ini, belum ditemukan konsep sikap murid dalam menuntut ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap siswa menurut pemikiran Burhanuddin Al-Zarnuji dan analisis pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan studi pustaka kualitatif dengan metode analisis isi. Data primer diambil dari buku Ta'lim Muta'allim, dan data sekunder dari literatur dan artikel dari jurnal pendidikan Islam. Data dianalisis melalui proses pengumpulan, pemilihan, penelaahan, dan pengklasifikasian bahan bacaan. Terdapat persamaan antara pemikiran Burhanuddin Al-Zarnuji dengan analisis pendidikan Islam yakni sebagai penuntut ilmu, para murid didorong untuk memiliki beberapa sikap, antara lain; (1) menghormati guru, (2) menghargai ilmu, (3) tawadhu, (4) wara, dan (5) tawakkal. Pendidikan Islam menekankan pada sikap ideal yang harus dimiliki siswa, antara lain; (1) menaati guru, (2) menaati orang tua, (3) rendah hati, (4) menjaga diri, (5) pasrah. Implikasi pendidikan mengenai sikap siswa hendaknya dijadikan acuan sikap ideal oleh setiap siswa dalam pembelajaran di semua jenjang pendidikan formal dan nonformal untuk mengurangi perilaku menyimpang dalam dunia pendidikan secara nasional.</p> 2021-04-12T23:17:03+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.staiannawawi.com/index.php/At-Tarbiyat/article/view/247 Muslim Youths and Islamic Values: An Implementation in Tanah Enam Ratus Medan 2021-05-02T07:58:04+07:00 Lahmuddin Lubis lahmuddinlubis@uinsu.ac.id Syaukani Syaukani syaukani@uinsu.ac.id Nurul Huda ZH Harahap Hudan9282@gmail.com M Fajri Syahroni Siregar syahronisiregar1404@gmail.com <p>Penelitian ini mengkaji tentang implementasi nilai-nilai agama islam pada remaja di Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan Tujuan penelitian ini adalah. Untuk mengetahui bagaimana orang tua menanamkan nilai-nilai agama Islam pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun sumber utama dalam penelitian ini adalah orang tua, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa strategi orangtua dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam di Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan sangat beragam. Mulai dari sebatas mendidik anak supaya pintar, ada yang sangat tegas dalam mendidik anaknya dan ada juga yang kurang memperhatikan pendidikan agama anak. Kenyataannya masih banyak orangtua yang tidak peduli dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam sehingga ketika anak tersebut beranjak remaja, sering melakukan perilaku-perilaku menyimpang.</p> 2021-04-13T09:00:19+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.staiannawawi.com/index.php/At-Tarbiyat/article/view/240 Analysis Of Driving Factors Of High School Students Continuing Their Studies To Islamic Universities 2021-05-02T08:09:12+07:00 Nuradi Nuradi nur.adi@arraayah.ac.id Husnul Khatimah Husnul.Khatimah@arraayah.ac.id Tatang Hidayat tatanghidayat@arraayah.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisa faktor-faktor pendorong siswa SMA di Indonesia memilih STIBA Ar Raayah Sukabumi sebagai perguruan tinggi Islam dalam melanjutkan pendidikannya. Faktor-faktor yang dimaksud adalah kualitas kampus, biaya perkuliahan, dan Manhaj. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah para lulusan SMA atau sedang duduk di kelas tiga yang telah mendaftar di STIBA Ar Raayah Sukabumi pada tahun 2020 yang berjumlah 1057 orang. Teknik pengambilan data berupa random sampling sebanyak 100 orang yang telah mendaftar dengan cara menggunakan kuesioner google form. Dalam pengolahan data peneliti menggunakan teknik analisis data berupa <em>Smart Partial Least Square</em> 3. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Kualitas STIBA Ar Raayah Sukabumi termasuk faktor pendorong yang berpengaruh terhadap siswa SMA dalam memilih kampus ini yang dalam penelitian ini didapatkan nilai t-statistiknya sebesar 3.558. Faktor biaya perkuliahan berpengaruh kurang signifikan dengan nilai t-statistik 0.627 yang dengan ini menandakan bahwa siswa SMA tidak terlalu memperhatikan faktor ini ketika memilih STIBA Ar Raayah. Faktor manhaj memiliki pengaruh yang kurang signifikan bahkan pengaruhnya lebih kecil dibanding faktor biaya dengan nilai t-statitik 0.589 yang artinya bahwa faktor ini kontribusinya sangat kecil sebagai dasar pertimbangan para siswa tersebut dalam memilih kampus STIBA Ar Raayah Sukabumi.</p> 2021-04-14T00:30:05+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.staiannawawi.com/index.php/At-Tarbiyat/article/view/251 The Values Of Islamic Education In The Betawar Tradition Of The Sambas Melayu Society 2021-05-02T08:24:37+07:00 Madri Madri madrihamsar@gmail.com Purniadi Putra putrapurniadi@gmail.com Aslan Aslan aslanmarani@yahoo.com <p>Pendidikan Islam dapat lebih berkembang salah satunya melalui implementasi pemanfaatan budaya lokal yang sudah menjadi pranata budaya masyarakat setempat salah satunya tradisi <em>betawar</em>. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan dan menganalisis tentang Tradisi <em>Betawar</em> pada Masyarakat Melayu Sambas, (2) mendiskripsikan dan menganalisis tentang Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi <em>Betawar</em> Masyarakat Melayu Sambas . Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Setting penelitian dipusatkan di dusun Kolam desa Semelagi Besar kec. Selakau kab.Sambas dengan 3 narasumber utama (<em>primer</em>) 5 sumber pendukung (<em>sekunder</em>) sebagai data dan sumber data. Teknik dan alat pengumpul data menggunakan sesuai dengan jenis penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis sebelum disajikan dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi <em>Betawar</em> pada Masyarakat Melayu Sambas masih ada dengan menggunakan proses tertentu yang sangat melekat dengan adat kebiasaan yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. (2) Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi <em>Betawar</em> Masyarakat Melayu Sambas tergambar dari keteladanan petawar, bacaan <em>tawar</em> sebagai sumber keilmuan, media <em>tawar</em> sebagai symbol cinta lingkungan, pantangan sebagai bentuk ketaatan dan jasa <em>betawar</em> berupa <em>pekaras</em> atau <em>tampas </em>sebagai lambang tolong-menolong.Implikasi hasil temuan penelitian ini menghidupkan kembali tradisi betawar sebagai budaya lokal yang memiliki nilai-nilai terutama pendidikan Islam yang memberikan pengaruh terhadap sikap dan perilaku keagamaan Masyarakat Melayu Sambas, dimasukkan dalam pendataan daerah terutama desa, diberikan bimbingan, arahan dan penyuluhan dari badan atau lembaga yang kompeten untuk meningkatkan kualitas, serta insentif yang memadai sebagai <em>reward</em> kerja sosial kepada <em>petawar</em></p> 2021-04-14T02:53:31+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.staiannawawi.com/index.php/At-Tarbiyat/article/view/248 The Value of Independent Character Education In Surah Al-Insyirah 2021-05-02T10:36:33+07:00 achyar zein achyar.zein@yahoo.com Edi Saputra edisaputra@uinsu.ac.id Fahrul Ulum Feriawan fahrululum@gmail.com <p><em>This study examines the concept of independent character education in surah al-Insyirah, the values of self-education in surah al-Insyirah, and the relevance of the value of independent education in surah al-Insyirah to contemporary education. This research uses a qualitative method, using a library research approach. The primary data source in this study is the Qur'an al-Karim along with the books of interpretation, such asTafsir Al-Misbah, Tafsir Al-Wasith, Tafsir Jalalain, Tafsir Muyassar, and Tafsir al-Maraghi. The results show thatthe concept of self-education in surah al-Insyirah briefly contains aboutdetails of God's blessings to his prophet, God's promise to His prophet to eliminate all disasters and trials that befall him, God's command to His prophet to carry out the deeds of soleh continuously, putting histrust in God and expectreward only from God. The Values of Self-Education in Surah al-Insyirah are Grateful for the Blessings of Allah Swt (1-4), Do Not Despair (5-6), Istiqomah (7), and Tawakkal (8), and the relevance of Independent Education Values in Surah al-Insyirah to contemporary education are the values of education is an independent education that should be instilled by parents to their children early so that the child will become an independent character, both at home and at school and will bring such an independent attitude until he getsold.</em></p> 2021-04-18T08:30:07+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.staiannawawi.com/index.php/At-Tarbiyat/article/view/242 Children's Character Education In Javanese Muslim Families 2021-05-02T09:42:55+07:00 Rubini Rubini rubiniHr80@gmail.com Moh. Toriqul Chaer toriqul210874@gmail.com <p>Penelitian ini terkait dengan pelaksanaan pendidikan&nbsp; &nbsp;karakter&nbsp;&nbsp; anak&nbsp; &nbsp;pada keluarga muslim Jawa di Dukuh Kebonagung, Gantiwarno, Klaten. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian merupakan keluarga muslim Jawa yang tinggal di Dukuh Kebonagung, Gantiwarno, Klaten dan memiliki anak. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian didapati bahwa pendidikan karakter anak pada keluarga Muslim Jawa dimulai sejak usia dini dengan melalui pembiasaan, perintah, contoh dan keteladanan. &nbsp;Nilai-nilai pendidikan karakter yang ditanamkan pada anak yaitu: <em>pertama,</em> pendidikan&nbsp; karakter berbasis&nbsp; agama dengan mengajarkan pada anak prinsip dasar, pembiasaan beribadah &nbsp;dengan &nbsp;keteladanan dan &nbsp;memberikan nasehat. <em>Kedua</em>, pendidikan karakter berbasis budaya meliputi penanaman budi pekerti, nilai dan norma, tata krama, budaya&nbsp; kepada&nbsp; anak. &nbsp;<em>Ketiga</em>, pendidikan &nbsp;karakter &nbsp;berbasis &nbsp;lingkungan, diantaranya perhatian keluarga pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak, pembiasaan berkata jujur, disiplin, dan mandiri. Upaya pendidikan karakter terhadap manusia&nbsp; dilakukan dengan menghormati dan menyayangi sesama. Pengajaran arti penting kerukunan, pendidikan kelestarian alam dan lingkungan dengan menerapkan &nbsp;hidup bersih &nbsp;dan &nbsp;sehat. Hambatan pelaksanaan pendidikan karakter anak pada keluarga muslim disebabkan adanya faktor &nbsp;internal dari &nbsp;kesibukan &nbsp;orangtua, &nbsp;dan &nbsp;faktor &nbsp;eksternal &nbsp;berupa &nbsp;lingkungan pergaulan dan pengaruh teknologi informasi dan komunikasi.</p> 2021-04-24T10:54:11+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.staiannawawi.com/index.php/At-Tarbiyat/article/view/245 The Concept Of Honesty In The Book Of Taisirul Khallaq Fi Ilmi Al-Akhlaq By Khafid Hasan Al-Mas'udi And Its Relevance To Character Education 2021-05-02T10:52:28+07:00 Mujib Abdur Rohman mujibabdurrohman86@gmail.com M Ahsanul Husna ahsanulhusna@unwahas.ac.id Ubbadul Adzkiya' adzkiya@unwahas.ac.id Ali Imron aliimron@unwahas.ac.id Imam Khoirul Ulumuddin imamku@unwahas.ac.id <p>Honest is reporting something in accordance with the goods. Meanwhile, lying is reporting something that is not according to understanding. Thus, someone who states that it is not in accordance with the truth and or does not admit something is in accordance with the truth, that person is not honest or dishonest. Sheikh Hafidz Hasan Al-Mas'udi has specifically explained the factors that make a person behave honestly, including: reason, religion and self-respect.</p> <p>The research objective was to determine the concept of honesty in the holy book khallaq fi ilmi al-akhlaq, to ‚Äč‚Äčanalyze the relevance of the concept of honesty in the taisirul khallaq fil ilmi akhlak book with the latest character education theory. This research was conducted using the library research method. Collecting data by following the data by looking for data about something or variables in the form of notes, books, books, journals and other written objects. The data analysis method used content analysis.</p> <p>The conclusions of this study indicate: (1) According to Sheikh Hafidz Hasan Al-Mas'udi in his book Taysirul Khallak Fil Ilmi Al-Akhlak being honest is reporting something that is in accordance with reality. A three-stage performance to get someone to behave honestly, including: reason, religion, and self-respect. (2) There is a connection between the concept of honesty in the book Taysirul Khallaq Fil Ilmi Al-Akhlak with the theory of character education. Muchlas Samani and Hariyanto explained that the Minister of National Education has chosen core values, one of which is honesty. There are two stages to making someone behave honestly, including: reason and self-respect. But what is different here is that in the book Taysirul Khallaq Fil Ilmi Al-Akhlak, there are religious factors that influence a person's character to behave honestly. Because religion is a new human life and provision for social life.</p> 2021-04-28T08:35:51+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.staiannawawi.com/index.php/At-Tarbiyat/article/view/254 Improving The Quality of Education Through the Organizing Process 2021-05-02T11:24:22+07:00 Herman Herman herman@staindirundeng.ac.id <p>Penelitian ini mengkaji bagaimana peningkatan mutu pendidikan melalui proses pengorganisasian. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik analisis data dengan cara melakukan pengkajian data sekunder dari berbagai teori maupun gagasan yang saling berkaitan dan melengkapi sehingga dapat mendekripsikan bagaimana peningkatan mutu pendidikan melalui proses pengorganisasian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan melalui proses pengorganisasian dengan cara merefleksi tujuan, dan rencana kerja, menetapkan tugas utama, membagi tugas kepada individu, mengalokasikan sumber daya pendidikan, dan pengarahan terhadap tugas, serta mengevaluasi hasil strategi pengorganisasian. Cara-cara tersebut merupakan satu kesatuan yang dijadikan sebagai langkah-langkah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di madrasah.&nbsp;</p> 2021-04-28T09:20:23+07:00 ##submission.copyrightStatement##