The Values Of Islamic Education In The Betawar Tradition Of The Sambas Melayu Society

  • Madri Madri Madrasah Aliyah Swasta Yasti Singkawang, Indonesia
  • Purniadi Putra Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia
  • Aslan Aslan Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia
Keywords: Islamic Education, Bargaining Tradition Malay Sambas

Abstract

Pendidikan Islam dapat lebih berkembang salah satunya melalui implementasi pemanfaatan budaya lokal yang sudah menjadi pranata budaya masyarakat setempat salah satunya tradisi betawar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan dan menganalisis tentang Tradisi Betawar pada Masyarakat Melayu Sambas, (2) mendiskripsikan dan menganalisis tentang Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Betawar Masyarakat Melayu Sambas . Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Setting penelitian dipusatkan di dusun Kolam desa Semelagi Besar kec. Selakau kab.Sambas dengan 3 narasumber utama (primer) 5 sumber pendukung (sekunder) sebagai data dan sumber data. Teknik dan alat pengumpul data menggunakan sesuai dengan jenis penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis sebelum disajikan dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi Betawar pada Masyarakat Melayu Sambas masih ada dengan menggunakan proses tertentu yang sangat melekat dengan adat kebiasaan yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. (2) Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Betawar Masyarakat Melayu Sambas tergambar dari keteladanan petawar, bacaan tawar sebagai sumber keilmuan, media tawar sebagai symbol cinta lingkungan, pantangan sebagai bentuk ketaatan dan jasa betawar berupa pekaras atau tampas sebagai lambang tolong-menolong.Implikasi hasil temuan penelitian ini menghidupkan kembali tradisi betawar sebagai budaya lokal yang memiliki nilai-nilai terutama pendidikan Islam yang memberikan pengaruh terhadap sikap dan perilaku keagamaan Masyarakat Melayu Sambas, dimasukkan dalam pendataan daerah terutama desa, diberikan bimbingan, arahan dan penyuluhan dari badan atau lembaga yang kompeten untuk meningkatkan kualitas, serta insentif yang memadai sebagai reward kerja sosial kepada petawar

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, I. (2018). Mukjizat Ibadah. Jakarta: Pustaka Media.

Alam, L. (2016). Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Perguruan Tinggi Umum Melalui Lembaga Dakwah Kampus. Istawa: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 101. https://doi.org/10.24269/ijpi.v1i2.171

Alamsyah, N. (2016). Ketika Hati Nurani Berbicara. Yogyakarta: Lintang Rasi Aksara Books.

Ambiyar, J. N. dan. (2016). Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Aslan, A. (2017). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Budaya Pantang Larang Suku Melayu Sambas. Jurnal Ilmu Ushuluddin, 16(1), 11. https://doi.org/10.18592/jiiu.v16i1.1438

Bahasa, J. P., Wiguna, M. Z., Yuda, R. K., & Uli, I. (2017). Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Pantun Melayu Sambas. 6(1), 114–129.

Fathurrohman, M. (2017). Prinsip dan Tahapan Pendidikan Islam. Yogyakarta: Garudhawaca.

Halimatussa’diah. (2020). Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam Multikultural. Surabaya: Jakad Media.

Hasbullah, M. (2017). Islam dan Transformasi Masyarakat Nusantara. Depok: Kencana.

Hidayat, K. (2019). Agama untuk Peradaban;Membumikan Etos Agama dalam Kehidupan. Jakarta: Alvabet.

Husaini, A. (2010). Pendidikan Islam;Membentuk Manusia Berkarakter dan Beradab. Jakarta: Cakrawala.

Ilyas, H. (2018). Fikih Akbar ; Prinsip-prinsip Teologis Islam Rahmatan Lil’Alamin. Ciputat: Pustaka Alvabet.

Kamus Bahasa Arab. (n.d.).

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). (n.d.).

Kurniawan, S. (2018). Analisis : Jurnal Studi Keislaman Bertani Padi Bagi Orang Melayu Sambas : Kearifan Lokal , Nilai- Nilai Islam , dan Character Building. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 18 (2)(2), 189–210.

M.Mangunwijaya, F. (2007). Menanam Sebelum Kiamat. Jakarta: Yayasan Obor.

Priyadi, A. T., & Seli, S. (2019). Kajian semiotik mantra penawar anak-anak Masyarakat Melayu Sambas. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran UNTAN, 8, 1–11.

Putra, P. (2019). Implementasi pendidikan karakter: integrasi lagu melayu sambas dalam pembelajaran pada min kabupaten sambas. Jurnal Sosial Budaya, 16(2).

Raksodiharjo, S. dkk. (2010). Pengobatan Tradisional pada Masyarakat Pedesaan Jawa Tengah. Yogyakarta: Jurnal.

Rapanna, P. (2016). Membumikan Kearifan Lokal Dalam Kemadirian Ekonomi. Makassar: Sah Media.

Sholikhin, M. (2013). Islam Rahmatan Lil’Alamin. Jakarta: Gramedia.

Siburian, Robert dan Haba, J. (2016). Konservasi Magrove dan Kesejahteraan Masyarakat. Jakarta: YOI.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Syam, C., Muzzammil, A. R., & Anita, A. (2015). Struktur dan fungsi mantra pengobatan pada masyarakat melayu sambas. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran UNTAN, 4.

Syarifudin, A. (2012). Garis-Garis Besar Ushul Fiqh. Jakarta: Kencana.

Wartiningsih, A., Amir, A., Tawar, M., & Sambas, M. (2016). Simbol dan Makna Mantra Tawar Masyarakat Melayu Sambas Desa Tempatan. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran UNTAN, 5, 1–11.

Published
2021-04-14
How to Cite
Madri, M., Putra, P., & Aslan, A. (2021). The Values Of Islamic Education In The Betawar Tradition Of The Sambas Melayu Society. At-Tarbiyat :Jurnal Pendidikan Islam, 4(1). https://doi.org/10.37758/jat.v4i1.251