Analisa Mubadalah “ Fitnah Perempuan “ Di dalam Hadis Dan Implikasinya Terhadap Relasi Gender

  • Risqo Faridatul Ulya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: Kata Kunci: Relasi Gender, Fitnah, Mubadalah.

Abstract

ABSTRAK

Gender dan isu ketimpangan relasi antara laki- laki dan perempuan merupakan masalah  yang sampai kini masih diperbincangkan. Hadis sebagai salah satu sumber hukum yang paling otoritatif setelah al- Qur’an menyumbang andil besar dalam melanggeng diskriminasi terhadap perempuan. selain itu pemahaman ulama terhadap teks tersebut yang terkesan taken for granted juga ikut berpartisipasi dalam membenarkan bentuk dikriminasi tersebut. Imbasnya hubungan antara laki- laki dan perempuan menjadi tidak stabil dan timpang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami ulang teks agama terutama hadis dalam bingkai yang berbeda sehingga diharapkan hadir sebuah tawaran interpretasi yang berimbang dan tidak menyudutkan salah satu pihak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan teori mubadalah. Dari diskusi yang dihadirkan di dalam paper ini, maka penulis sampai kepada kesimpulan bahwa hadis terkait “ fitnah perempuan” sejatinya bukanlah narasi teks yang melegalkan seseorang untuk mendiskriminasi dengan memberikan stereotip kepada salah satu pihak. Tetapi lebih jauh dari itu teks tersebut menganjurkan baik kepada laki- laki dan perempuan untuk saling mawas diri dari segala kemungkinan fitnah ( pesona ) yang bisa ditimbulkan oleh keduanya laki- laki dan perempuan.

Kata Kunci: Relasi Gender, Fitnah, Mubadalah.

ABSTRACT

Gender and the issue of inequality in relations between men and women are issues that are still being discussed. Hadith as one of the most authoritative sources of law after the Qur'an has contributed greatly to perpetuating discrimination against women. Besides that, the ulama's understanding of the text which seems taken for granted also participates in justifying this form of discrimination. As a result, the relationship between men and women becomes unstable and unequal. This study aims to re-understand religious texts, especially hadith, in a different frame so that it is hoped that an offer of a balanced interpretation does not corner one of the parties. The method used in this research is descriptive analysis using mubadalah theory. From the discussion presented in this paper, the writer comes to the conclusion that the hadiths related to “women's slander” are not actually text narratives that legalize someone to discriminate by stereotyping one party. But further than that the text advises both men and women to be introspective of all possible slander (charms) that both men and women can cause.

Keywords: Gender Relations, Slander, Mubadalah.

References

DAFTAR PUSTAKA
Abdul Kodir, Faqihuddin. Qira’ah Mubadalah: Tafsir Progresif Untuk Keadilan Gender dalam Islam. Yogyakarta: IRCiSoD, 2019.
Abi Abdillah ibn Muhammad ibn Yazid ibn Majah al- Qazwaini. Sunan Ibnu Majah. Beirut: Dar al- Risalah al- ’Alamiyah, 2009.
Abu Bakar al- Baihaqi, Ahmad ibn Husain bin Ali bin Musa. Sunan al- Kubra. Beirut- Lebanon: Dar Kitab al- Alamiyah, 2003.
Al- Ghamri, Abu ;Ashim Nabil bin Hisyam. Fathul Manan Syarh al- Darimi Bi Musnad al- Jami’. Makkah: Dar al- Basyair al- Islamiyah, 1999.
Al- Khurasani an- Nasa’i, Abu Abdul Rahman Ahmad bin Syu’aib bin Ali. Sunan al- Kubra an- Nasa’i. Beirut: Muassasah al- Risalah, 2001.
Al- Shan’ani, Imam. Al- Tanwir Syarh Jami’ al- Shagir. Riyadh: Dar al- Salam, t.t.
Al- Tamimi, Ahmad bin Hibban bin Muadz bin Ma’bad. Al-Ihsan fi Taqrib Sahih Ibnu Hibban. Beirut: Muassasah al- Risalah, 1988.
E, Franky. “Pemaknaan Mengenai Nilai- nilai Maskulinitas dan Citra Tubuh Dalam Program Komunikasi Pemasaran Oleh Laki- laki Homoseksual dan Heteroseksual.” Universitas Indonesia, 2012.
Hasan An- Nadwi, Abdul Hasan ’Ali. Sirah Nabawiyyah: Sejarah Lengkap Nabi Muhammad saw. Yogyakarta: Darul Manar, 2011.
Ibnu Manzur al-Afriqi al- Misri. Lisan al-;Arab. Beirut: Dar al- Sadr, t.t.
’Itr, Nuruddin. ’Ulumul Hadis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.
Kodir, Faqihuddin Abdul. “Mafhum Mubadalah: Ikhtiar Memahami Qur’an Dan Hadits Untuk Meneguhkan Keadilan Resiprokal Islam Dalam Isu-Isu Gender.” Jurnal Islam Indonesia 6, no. 02 (2016). http://jurnal-islam-indonesia.isif.ac.id/index.php/Jurnal-Islam-Indonesia/article/view/28.
Kurnia, Novi. “Representasi Maskulinitas Dalam Iklan.” Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol 8, no. No.1 (2004).
Masturi Irham dkk, Ibnu Khaldun terj. Muqaddimah. Cet. X. Jakarta: Pustaka al- Kautsar, 2019.
Mizzi, Yusuf bin Abdul Rahman bin Yusuf Abu Hajjaj Jamaluddin Abu al- Zaki al-. Tahzib al- Kamal Fi Asma’ al- Rijal. Beirut: Muassasah al- Risalah, 1980.
Mu’jam al-Wasith, t.t.
Naghwi al- Huquwi, Abu Abdillah Khaldun bin Mahmud bin. Al- Tawdih al- Rasyid fi Syarh Tauhid, t.t.
Nasaruddin Umar. Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: PARAMADINA, 2001.
Rofiah, Nur. Nalar Kritis Muslimah: Refleksi Atas Keperempuanan, Kemanusiaan, dan Keislaman. Bandung: Afkaruna, 2020.
Sharabi, Hisyam. Noepartiarchy A Theory of Distorted Change in Arab Society. New York, Oxford: Oxford University Press, 1988.
Shihab, Muhammad Quraish. Membaca Sirah Nabi Muhammad saw dalam Sorotan al-Qur’an dan Hadis- Hadis Shahih. Jakarta: Lentera Hati, 2012.
Syachrofi, Muhammad. “Hadis- Hadis Diskriminasi Agama dan Implikasinya Terhadap Kerukunan Umat Beragama ( Kajian Hermeneutika Hadis).” UIN Sunan Kalijaga, 2019.
Syafi’i, Ibnu Hajar al- Asqalani as-. Tahzib al- Tahzib. Muassasah al- Risalah, t.t.
Published
2021-01-18
How to Cite
Ulya, R. (2021). Analisa Mubadalah “ Fitnah Perempuan “ Di dalam Hadis Dan Implikasinya Terhadap Relasi Gender. An-Nawa: Jurnal Studi Islam, 3(2). https://doi.org/10.37758/annawa.v3i2.214